Dieng Culture Festival

Kilas Balik " Dieng Culture Festival "  


Penggagas  : 

Kelompok Sadar Wisata [ POKDARWIS ] Dieng Pandawa Di resmikan (2007 ) Oleh Dinas Pariwisata Kab.Banjarnegara. Beralamat Di Desa Wisata Dieng Kulon Batur Banjarnegara Jawa Tengah Indonesia.




Nama ' Dieng Culture Festival' atau DCF di cetuskan oleh Pokdarwis Dieng Pandawa Bersama Dieng Ecotourism Community / DEC Serta Equator Sinergi Indonesia. 


Sejak 2010 - 2018 Acara Dieng Culture Festival Menjadi Agenda Tahunan.


Apa Itu Dieng Culture Festival ?
Ruwatan merupakan Prosesi Penyucian yang sudah sangat lekat dengan kebudayaan dan adat di Jawa. Ruwatan Bocah Rambut Gembel kurang lebih memiliki maksud yang sama, yakni suatu upacara atau ritual yang bertujuan untuk mengusir nasib buruk atau kesialan baik pada si bocah Gembel maupun masyarakat Dieng Pada umumnya.

Bocah berambut Gembel sendiri merupakan sebuah fenomena unik yang sudah ada di Dieng sedari dahulu kala, Dimana anak-anak tertentu yang berusia antara 40 hari hingga 6 tahun tumbuh rambut gembel di kepalanya secara alami.

Masyarakat Dataran Tinggi Dieng percaya bahwa anak-anak berambut Gembel tersebut merupakan titipan dari Kyai Kolo Dete.

Kyai Kolo Dete merupakan salah seorang Pejabat / Punggawa di masa Mataram Islam (pada masa abad ke empatbelas) yang ditugaskan untuk mempersiapkan pemerintahan di wilayah Dataran Tinggi Dieng.

Tiba di Dataran Tinggi Dieng, Kyai Kolo Dete dan istrinya (Nini Roro Rence) mendapat wahyu dari Ratu Pantai Selatan.
Pasangan ini ditugaskan membawa masyarakat Dieng menuju kesejahteraan.
Tolak ukur sejahteranya masyarakat Dieng akan ditandai dengan keberadaan anak-anak berambut gembel. Sejak itulah  muncul anak-anak berambut gembel di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Bagi masyarakat Dataran Tinggi Dieng, jumlah anak berambut gembel berkorelasi dengan kesejahteraan masyarakat. Semakin banyak jumlah anak berambut gembel, masyarakat Dieng yakin kesejahteraan mereka akan semakin baik. Begitu pula sebaliknya.

Munculnya rambut gembel pada seorang anak akan ditandai dengan panas tubuh yang tinggi selama beberapa hari. Suhu tubuh anak tersebut akan normal dengan sendirinya pada pagi hari, bersamaan dengan munculnya rambut gembel di kepala sang anak.

Dalam kehidupan sehari-hari, seorang anak berambut gembel tidak berbeda dengan anak-anak lainnya. Mereka bermain bersama dengan anak-anak lain. Hanya saja, anak berambut gembel biasanya cenderung lebih aktif dibanding anak-anak lain.

Pada saat-saat tertentu, emosi anak berambut gembel pun menjadi tidak terkendali – bisa tanpa sebab yang jelas. Kecenderungan ini akan berkurang bahkan menghilang ketika rambut gembel anak tersebut sudah di cukur.


Sebelum acara pemotongan rambut, akan dilakukan ritual doa dibeberapa tempat, diantaranya adalah Candi Dwarawati, Komplek Candi Arjuna, Sendang Maerokoco, Candi Gatotkaca, Telaga Balaikambang, Candi Bima, Kawah Sikidang, Gua di Telaga Warna, Kali Pepek dan tempat pemakaman Dieng.
Keesokan harinya baru dilakukan kirab menuju tempat pencukuran. Selama berkeliling desa anak – anak rambut gembel ini dikawal para sesepuh, tokoh masyarakat, kelompok paguyuban seni tradisional, serta masyarakat.


Theme Of Dieng Culture Festival 


1. DCF #1 2010 




2. DCF #2 2011 [ Ruwat Rambut Gembel ] 




3. DCF #3 2012 [ Ritual Cukur Rambut Gembel ] 




4. DCF #4 2013 [ The Strange Beauty Of Central Java ] 




5. DCF #5 2014 [ The Miracle Of Culture ] 




6. DCF #6 2015 [ The Harmony Of culture ] 




7. DCF #7 2016 [ The Soul Of Culture ] 




8. DCF #8 2017 [ The Spirit Of Culture ] 




9. DCF#9 2018 [ The Beauty Of Culture ] 






Berawal Di Tahun 2013 - 2018 "Jazz Atas Awan" 
Jazz Atas Awan 2013-2018 

Terbang Pertama : Tahun 2013-2018 " Festival Lampion Dieng  " 
festival lampion 2013 

Mulai Di Gelar : Tahun 2013 " Camping Ground "  






Harga Tiket: 


       Tahun 2010-2011 


Tahun 2012 Rp.25.000 

Tahun 2013 Rp.85.000 

Tahun 2014 Rp. 175.000 

Tahun 2015 Rp.250.000 
Tahun 2016 Rp. 250.000

Tahun 2017 Rp. 300.000 



dieng indonesia

Tahun 2018 Rp.350.000,-/


Acara Yang Sudah Pernah : Pentas Seni Tradisi , Bakar Jagung, Rebus Kentang, Minum Purwaceng Bareng, Ekspedisi Pangonan, Jalan Sehat, Balon Udara, Pesta Kembang Api, Festival Caping, Expo Ukm, Pesta Lampion, Jazz Atas Awan, Camping Massal, Jelajah Bukit Skoter, Festival Film, Musik Akustik, Sendratari Ruwatan. 

Acara Terbaru DCF 2018 : Coming Soon !! 


Kapan Dieng Culture Festival 2018? Silakan Lingkari Kalender Kamu Dari 3,4,5 Agustus 2018 
# Jadwal Dieng Culture Festival 2018 Akan Berbeda Dengan Tahun Sebelumnya. 
# Harga Tiket Souvenir Dieng Culture Festival 2018 TETAP / BERUBAH / UPDATE " Rp.350.000,-/ Tiket 

Jadwal Inti Ruwatan Anak Rambut Gembel / DCF 9,2018  :
- Napak Tilas 
- Kirab Budaya 
- Jamasan
- Ruwat Cukuran 
- Larungan 
- Ngalap Berkah 

Peta Lokasi Dieng Culture Festival 2018 : 



Paket Acara Dieng Culture Festival 2018 


Ritual cukuran rambut anak gembel, sebagai acara puncak pagelaran Dieng Culture Festival. 


Acara terbaru, mengusung tema Dieng Bersih wujud dari kepedulian masyarakat untuk Dieng Culture Festival tahun ini. 


Musik jaman now..selain seni tradisi lokal, Jazz Atas Awan bakal di gelar. 


Musim kemarau menyambut dengan terik matahri di siang hari, Caping / Topi gunung menjadi bagian penting menghindari panasnya gunung dieng. 


Tarian kolosal bocah gembel di iringi musik tradisi gamelan jawa sebagai awal pembuka pentas seni di malam kedua. 


Musik akustik, kian menarik untuk di nikmati bersama senandung negeri atas awan. 


Penghujung acara malam , gemerlap ribuan bintang terbang dengan hembusan lampion harapan 'Dieng Culture Festival'. 


Pastikan tahun ini hadir di sana...
#salambudaya #wargagunungdieng